Profil Komite Pemantauan Risiko

Muhammad Anas Malla.png

Muhammad Anas Malla
Komisaris Independen dan Ketua Komite Pemantau Risiko

Warga Negara Indonesia. Berdomisili di Jakarta, Indonesia. Memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Trisakti, Jakarta (1989) dan Master of Laws dari Tulane University, New Orleans, AS (1998). 

Berdasarkan Keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 16 September 2011, pertama kali diangkat sebagai Komisaris Independen Bank, yang dinyatakan efektif oleh Bank Indonesia pada 24 November 2011. Sebagai Komisaris Independen, juga ditugaskan sebagai Ketua Komite Pemantau Risiko di Bank dengan masa kerja efektif dari 2018 hingga 2021.

Jenjang kariernya di bidang perbankan dimulai di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Dari tahun 2012 hingga 2013, juga menjabat sebagai Komisaris PT Swadarma Sarana Informatika. Selain menjabat sebagai Komisaris Independen Bank, juga merangkap sebagai Komisaris Utama di PT Swadarma Sarana Informatika sejak 2013 hingga saat ini.

Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, anggota Direksi, ataupun pemegang saham pengendali utama Bank.

 

Khalid Ahmad KH A Al-Sada.png

Khalid Ahmed KH A Al-Sada
Komisaris dan Anggota Komite Pemantau Risiko

Warga Negara Qatar. Berdomisili di Doha, Qatar. Memperoleh gelar Diploma dari Institute of Administrative Development bidang Operasional Perbankan, Qatar (2004), dan High Performance Board Programme dari IMD (2016). 

Diangkat sebagai Komisaris Bank berdasarkan Keputusan RUPS Tahunan tanggal 26 Juni 2019, dan dinyatakan efektif oleh OJK pada 11 Oktober 2019. Selain menjabat sebagai Komisaris Bank, juga diangkat menjadi anggota Komite Pemantau  Risiko Bank, dengan periode jabatan berakhir pada tahun 2021.

Memulai kariernya di Divisi Ritel dari Qatar Islamic Bank (1997–2004). Sejak saat itu, memegang berbagai posisi penting di Qatar National Bank (Q.P.S.C.) (2004–sekarang) dengan posisi terakhir sebagai General Manager – International Business Division.

Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris lainnya ataupun anggota Direksi, namun berafiliasi dengan pemegang saham pengendali utama Bank, yaitu Qatar National Bank (Q.P.S.C.).

 

Bambang Eko Priyantono.png

Bambang Eko Priyantono
Anggota Komite Pemantau Risiko

Warga negara Indonesia. Berpengalaman 30 tahun di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, menjabat berbagai posisi penting seperti Pemimpin Kelompok Pengendalian Kebijakan, Wakil Divisi Kepatuhan, dan Pemimpin Unit Policy Governance. Merupakan Anggota Independen dari Komite Pemantau Risiko di PT Bank BNI Syariah (2013–2017), Office Manager   di Kantor Hukum Swadharma (2014–2015), dan Kepala Departemen Legal di PT Shinhan Indo Finance (sebelumnya PT Swadharma Indotama Finance) (2015–sekarang). 

Memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Diponegoro, Semarang (1982), dan Magister Manajemen di bidang Manajemen Keuangan dari Universitas Gadjah Mada (1996).

 

Achmad Effendy Abdurachman.png

Achmad Effendy Abdurachman
Anggota Komite Pemantau Risiko

Warga negara Indonesia. Saat ini juga menjabat sebagai anggota Komite Audit di Pefindo Biro Kredit (2015–sekarang). Memiliki pengalaman kerja lebih dari 20 tahun di Bank Indonesia (1980–2004), dengan posisi terakhir sebagai Kepala Tim Penelitian dan Pengembangan, Biro Kredit (1999–2004). Bergabung dengan APRACA Consultancy Services sebagai Managing Director (2003–2009), PT Bank KEB Hana Indonesia sebagai Komisaris Independen (2007–2015), Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) sebagai Kepala Divisi Pengembangan & Studi Keuangan Mikro (2010–2014), dan sebagai Direktur Konsultan (2014–2018).

Memperoleh gelar Sarjana Perikanan dari Universitas Brawijaya, Malang (1977) dan Magister Manajemen dari Institut Manajemen Asia Manila, Filipina (1989).